Pages

Senin, 25 Februari 2013

Berbagai Kejanggalan dalam Kurikulum 2013



         Kurikulum 2013 akan diberlakukan mulai bulan Juli mendatang. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, penerapan kurikulum 2013 tak bisa diundur lagi. Karena pemerintah sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Selain itu, menurut Wapres Boediono, kurikulum 2013 diharapkan tidak molor. Persiapan-persiapan mengenai kurikulum 2013 sudah dilakukan, dimulai dari pelatihan guru untuk guru kelas I, IV, VII, dan X akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. Persiapan lain yang dilakukan yaitu membuat buku. Buku pelajaran akan dibuat langsung oleh pemerintah, jadi tidak akan ada buku yang berbeda ditiap sekolah. Penyeragaman buku ini diharapkan mampu untuk meratakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Anggaran untuk perubahan kurikulum 2013 pun dinilai cukup tinggi yaitu sekitar 2,49 triliun. Beberapa saat yang lalu, uji publik mengenai kurikulum 2013 dilakukan. Antusiasme masyarakat dalam memberi masukan sangat tinggi. Ribuan saran dan kritik yang menanggapi kurikulum tersebut telah masuk dan masyarakat terus menunggu tanggapan dari pemerintah.

            Terdapat banyak pihak yang mendukung kurikulum 2013, tetapi tidak sedikit pula yang menolak pergantian kurikulum tersebut. Hal ini dinilai tergesa-gesa, karena kurikulumnya belum selesai dibuat tetapi bukunya sudah mulai digarap. Selain itu, banyak pihak menilai bahwa kurikulum 2013 diprediksi akan berpotensi gagal, karena perubahan kurikulum yang sangat signifikan perubahannya. Berbagai elemen yang mendukung kurikulum berjalan dengan baik tidak dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah, bahkan terkesan mendadak dan tergese-gesa. Mulai dari penyederhanaan mata pelajaran, penghapusan mata pelajaran IPA dan IPS, hingga pembelajaran tematik untuk seluruh siswa Sekolah Dasar, yang mengharuskan mengkombinasikan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. Hal ini tentu saja tidak mudah, akan banyak sekali beban untuk para guru jika cara mengajarnya kurang baik. Siswa juga kemungkinan besar akan mengalami kebingungan. Bahkan sekolah unggulan dirasa kurang mampu beradaptasi dengan cepat dalam menggunakan kurikulum 2013 ini. Pelatihan yang akan diberikan kepada guru pun hanya 52 jam, tentu saja waktunya sangat singkat sedangkan guru-guru harus menyiapkan semuanya dengan baik. Hal tersebut hanya akan membuat guru bingung dan dikhawatirkan hanya akan merugikan guru dan peserta didik saja. Implementasi kurikulum baru selalu dipermasalahkan oleh banyak pihak. Dari durasi pelatihan yang singkat hingga metode pelatihan yang kurang cocok, menjadi banyak pihak yang mengkritik. Bahkan banyak yang bilang, guru kurang siap dalam menjalani perubahan kurikulum tersebut. Masalah anggaran juga menjadi sorotan, pada paparan pertama pemerintah menyebutkan 684 milyar, kemudian berubah menjadi 1,4 triliun, selanjutnya naik lagi menjadi 2,49 triliun. Ini tentu saja menjadi salah satu bukti pemerintah kurang mempersiapkan dengan matang.

            Pergantian kurikulum memang tidak mudah, berbagai elemen pendukung harus dipersiapkan secara matang. Pemerintah harusnya mengkaji ulang mengapa kurikulum sebelumnya harus diganti, evaluasi tidak hanya satu elemen melainkan secara menyeluruh harus dilakukan. Tetapi, tidak ada evaluasi secara komprehensif terhadap KTSP yang menjadi landasan perubahan kurikulum. Pelatihan yang diberikan kepada guru harusnya waktunya relatif lama, karena untuk menyiapkan semua itu tidaklah mudah. Kalau pelatihan yang dilakukan hanya sebentar, dikhawatirkan terdapat kesalahpahaman dan guru akan kebingungan ketika mengajar. Peningkatan kualitas guru melalui pelatihan sangat diperlukan, pergantian kurikulum tanpa peningkatkan kualitas guru percuma saja. Karena guru berada dalam barisan terdepan pendidikan, guru mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk dunia pendidikan. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas guru harus selalu dilakukan oleh pemerintah. Terlepas dari banyaknya kritikan terhadap kurikulum 2013 ini, masyarakat hanya ingin mendapat pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Pergantian kurikulum tersebut diharapkan dapat merubah kualitas pendidikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Diharapkan kurikulum 2013 ini lebih baik dari kurikulum sebelumnya, pemerintah juga diharapkan mampu mengontrol semuanya dengan baik sehingga rakyat tidak kembali dirugikan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

0 komentar:

Posting Komentar