Kurikulum 2013 akan
diberlakukan mulai bulan Juli mendatang. Menurut Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, penerapan kurikulum 2013 tak bisa diundur
lagi. Karena pemerintah sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Selain itu,
menurut Wapres Boediono, kurikulum 2013 diharapkan tidak molor.
Persiapan-persiapan mengenai kurikulum 2013 sudah dilakukan, dimulai dari
pelatihan guru untuk guru kelas I, IV, VII, dan X akan dilakukan pada bulan
Maret mendatang. Persiapan lain yang dilakukan yaitu membuat buku. Buku
pelajaran akan dibuat langsung oleh pemerintah, jadi tidak akan ada buku yang
berbeda ditiap sekolah. Penyeragaman buku ini diharapkan mampu untuk meratakan
kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Anggaran untuk perubahan kurikulum
2013 pun dinilai cukup tinggi yaitu sekitar 2,49 triliun. Beberapa saat yang
lalu, uji publik mengenai kurikulum 2013 dilakukan. Antusiasme masyarakat dalam
memberi masukan sangat tinggi. Ribuan saran dan kritik yang menanggapi
kurikulum tersebut telah masuk dan masyarakat terus menunggu tanggapan dari
pemerintah.
Terdapat banyak pihak yang mendukung kurikulum 2013,
tetapi tidak sedikit pula yang menolak pergantian kurikulum tersebut. Hal ini
dinilai tergesa-gesa, karena kurikulumnya belum selesai dibuat tetapi bukunya
sudah mulai digarap. Selain itu, banyak pihak menilai bahwa kurikulum 2013
diprediksi akan berpotensi gagal, karena perubahan kurikulum yang sangat
signifikan perubahannya. Berbagai elemen yang mendukung kurikulum berjalan
dengan baik tidak dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah, bahkan terkesan
mendadak dan tergese-gesa. Mulai dari penyederhanaan mata pelajaran,
penghapusan mata pelajaran IPA dan IPS, hingga pembelajaran tematik untuk
seluruh siswa Sekolah Dasar, yang mengharuskan mengkombinasikan beberapa mata
pelajaran ke dalam satu tema. Hal ini tentu saja tidak mudah, akan banyak
sekali beban untuk para guru jika cara mengajarnya kurang baik. Siswa juga
kemungkinan besar akan mengalami kebingungan. Bahkan sekolah unggulan dirasa
kurang mampu beradaptasi dengan cepat dalam menggunakan kurikulum 2013 ini.
Pelatihan yang akan diberikan kepada guru pun hanya 52 jam, tentu saja waktunya
sangat singkat sedangkan guru-guru harus menyiapkan semuanya dengan baik. Hal
tersebut hanya akan membuat guru bingung dan dikhawatirkan hanya akan merugikan
guru dan peserta didik saja. Implementasi kurikulum baru selalu dipermasalahkan
oleh banyak pihak. Dari durasi pelatihan yang singkat hingga metode pelatihan yang
kurang cocok, menjadi banyak pihak yang mengkritik. Bahkan banyak yang bilang,
guru kurang siap dalam menjalani perubahan kurikulum tersebut. Masalah anggaran
juga menjadi sorotan, pada paparan pertama pemerintah menyebutkan 684 milyar,
kemudian berubah menjadi 1,4 triliun, selanjutnya naik lagi menjadi 2,49
triliun. Ini tentu saja menjadi salah satu bukti pemerintah kurang
mempersiapkan dengan matang.
Pergantian
kurikulum memang tidak mudah, berbagai elemen pendukung harus dipersiapkan
secara matang. Pemerintah harusnya mengkaji ulang mengapa kurikulum sebelumnya
harus diganti, evaluasi tidak hanya satu elemen melainkan secara menyeluruh
harus dilakukan. Tetapi, tidak ada evaluasi secara komprehensif terhadap KTSP
yang menjadi landasan perubahan kurikulum. Pelatihan yang diberikan kepada guru
harusnya waktunya relatif lama, karena untuk menyiapkan semua itu tidaklah
mudah. Kalau pelatihan yang dilakukan hanya sebentar, dikhawatirkan terdapat
kesalahpahaman dan guru akan kebingungan ketika mengajar. Peningkatan kualitas
guru melalui pelatihan sangat diperlukan, pergantian kurikulum tanpa peningkatkan
kualitas guru percuma saja. Karena guru berada dalam barisan terdepan
pendidikan, guru mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk dunia pendidikan. Oleh
sebab itu, peningkatan kualitas guru harus selalu dilakukan oleh pemerintah. Terlepas
dari banyaknya kritikan terhadap kurikulum 2013 ini, masyarakat hanya ingin
mendapat pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Pergantian kurikulum tersebut
diharapkan dapat merubah kualitas pendidikan bangsa Indonesia menjadi lebih
baik. Diharapkan kurikulum 2013 ini lebih baik dari kurikulum sebelumnya,
pemerintah juga diharapkan mampu mengontrol semuanya dengan baik sehingga
rakyat tidak kembali dirugikan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

0 komentar:
Posting Komentar