Banyak
persoalan yang menghinggapi guru honorer, mulai dari status yang sampai saat
ini belum jelas hingga masalah penghasilan yang sangat rendah dibandingkan
dengan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nasib gaji guru honorer masih sangat
memprihatinkan. Gaji yang mereka terima masih jauh di bawah Upah Minimum
Propinsi (UMP). Gaji yang mereka dapat hanya sekitar Rp. 100.000 sampai Rp. 900.000
per bulan, nominal tersebut jelas jauh di bawah rata-rata yang berkisar Rp. 2.200.000
per bulan. Padahal kinerja dan jam bekerja guru honorer dan guru PNS tidak
dibedakan. Guru juga merupakan tonggak utama dalam dunia pendidikan. Guru
berada dalam barisan terdepan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Jika sudah
begini, bagaimana kualitas pendidikan akan baik, jika kesejahteraan guru masih
jauh dari rata-rata. Sehingga banyak guru honorer yang bekerja sampingan demi
memenuhi kebutuhan hidup, seperti mengajar bimbel, les privat, berjualan dan
lain sebagainya. Bukan tidak mungkin hal tersebut nantinya akan mengganggu
kualitas pendidikan. Guru harus mencari penghasilan lain di luar pekerjaannya
menjadi guru, sehingga bisa saja guru-guru tersebut menjadi lelah saat
mengajar. Padahal banyak dari mereka bekerja hampir sama baiknya dengan guru
PNS, mereka juga mengajar penuh waktu. Tetapi apa yang mereka dapatkan, gaji
yang di dapat dari honor mengajar masih jauh dari cukup.
Belakangan
ini banyak terjadi demo di mana-mana menuntut kebijakan pemerintah untuk segera
mengangkat guru honor menjadi guru PNS. Bagaimana tidak, mereka sudah
bertahun-tahun menjadi guru honorer dengan gaji yang segitu-gitu saja, kalaupun
ada kenaikan jumlahnya tidak besar, paling hanya Rp. 100.000 per tahun. Bahkan
ada guru yang sudah mengajar 7 tahun, masih belum diangkat menjadi PNS, ini
tentu keadaan yang sangat memprihatinkan. Upah yang diberikan sangat tidak manusiawi dibandingkan
jasa guru honor dalam melaksanakan tugas mendidik anak bangsa. Masalah ini
harus segera dituntaskan oleh pemerintah, karena tolok ukur keberhasilan siswa
ada pada guru. Bagaimana guru dapat bekerja secara profesional, sedangkan dia
harus memikirkan kesejahteraan diri dan keluarganya karena honor yang diperoleh
tak mungkin mencukupi biaya kehidupannya. Mayoritas guru honorer di Sekolah
Luar Biasa (SLB) Bandung masih menerima gaji Rp. 50.000 per bulan. Padahal
mereka berbekal gelar sarjana Pendidikan Luar Biasa (PLB) dengan beban mengajar
di atas 24 jam per minggu. Selain itu, guru honorer di Subang dan Banten juga harus
puas dengan gaji per bulan yang hanya Rp. 350.000. Sedangkan guru yang mengajar
di DKI Jakarta, gaji yang mereka dapat sekitar Rp. 500.000 – 900.000 per
bulannya. Jika di kota saja kondisinya sudah begitu memprihatinkan, bagaimana
dengan nasib guru yang berada di desa atau pelosok-pelosok sana. Itu artinya,
guru honorer belum sejahtera dimana pun mereka berada termasuk di Jakarta. Padahal
hampir seluruh SD memperkerjakan guru honor sekitar 2-3 guru karena mengalami
kekurangan guru yang berstatus PNS. Selain itu, banyak murid yang harus
mendapatkan pengajaran, jika tidak ada guru honorer pasti akan sangat
kerepotan.
Pemerintah sebaiknya menambah lagi lowongan kerja
untuk menjadi PNS sehingga nasib guru bisa ditingkatkan. Dengan meningkatnya
kualitas guru, mutu pendidikan pun akan semakin baik. Pemerintah pusat dan
daerah sudah seharusnya memperjuangkan subsidi untuk meningkatkan kesejahteraan
guru honorer. Gaji guru honorer setidaknya setara dengan UMP, bukan di bawah
rata-rata. Selain itu, anggaran untuk pendidikan yang sebesar 20% dari APBN,
sebaiknya pemerintah mensubsidi minimal Rp. 500.000 per orang per bulan untuk
gaji guru honorer atau non-PNS. Pemerintah seharusnya mengeluarkan peraturan
standar gaji guru honorer di Indonesia yang disesuaikan dengan masa pengabdian
guru tersebut. Bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengusulkan
standar minimal gaji guru khususnya non-pegawai negeri sipil minimal adalah Rp.
3.200.000 per bulan. Standar minimal gaji guru sangat dibutuhkan untuk
kelayakan hidup keluarga mereka. Saat ini harga-harga bahan pokok terus
melambung tinggi, belum lagi biaya sewa rumah dan biaya sekolah anak yang juga
semakin mahal. Ini juga menyangkut rasa kemanusiaan dan tugas-tugas yang
diamanatkan tenaga pendidik cukup berat dan memiliki rasa tanggung jawab yang
cukup besar. Guru memiliki tugas yang mulia dan mencetak sumber daya manusia
yang cerdas dan unggul, jika hanya diberikan gaji sebesar itu tentu sangat
tidak layak. Sehingga sudah sewajarnya pemerintah memperhatikan kehidupan guru,
dengan menaikkan honor mereka yang tidak jauh berbeda dengan gaji guru yang
berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

1 komentar:
CARI BANYAK KARYAWAN/TI GAJI 15JT/BLN
http://www.facebook.com/peluangkerjaonline
1. Penawaran Gaji pokok 2 jt/bln
2. Segala Jurusan SMU, SMK, D1, S1 dll
3. Kerja Secara Online
4. Per Entry Anda dibayar 10 Rb Rupiah, Bila Sehari Anda Sanggup Meng’Entry 50 Data Maka Gaji Anda 10RbX50Data=500Rb Rupiah/Hari. Dalam 1 Bulan 500RbX30Hari=15Juta/Bulan.
5. Tugas dpt dikerjakan melalui HP, Warnet, dll (yg trhubung dg internet)
6. Cara Pendaftaran: Kirim Nama & Alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami dibawah iklan ini, kemudian klik menu "Join Now" & isi form pendaftaran anda, lalu cek email anda utk verifikasi keanggotaan.
http://newkerjaonline2013.blogspot.com/
Posting Komentar